KENALI KEBUTUHAN ANDA AKAN JENIS RUMAH

Kebutuhan Rumah

Kebutuhan Rumah??? Kala kanak-kanak, Anda tentu tidak menampik bayangan berada di rumah sendiri ketika telah dewasa, lengkap dengan segala perabotnya. Pada titik tertentu, kebutuhan memiliki rumah tak terelakkan lagi dan menjadi ‘sangat’ primer dalam daftar kebutuhan yang harus Anda penuhi. Terlebih bagi Anda yang berkeluarga, ongkangongkang kaki di rumah sendiri tentu merupakan suatu kepuasan hidup. Selain berlindung, bertumbuh dan beraktifitas, rumah bisa jadi alat sosial. Alat sosial di sini berarti bahwa rumah menjadi bagian dan penghuni untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Lebih dan Itu kadangkala rumah menjadi suatu bentuk prestise bagi penghuni di antara sekitarnya.

Kebutuhan rumah tinggal bagi keluarga muda memang dapat dipenuhi dengan mengontrak atau tinggal di rumah mertua. Tetapi cara ini hanya bersifat sementara dan, boleh taruhan, tidak selamanya nyaman dijalani. Selain dibatasi oleh kepentingan orang lain, dalam hal ini si pemilik rumah atau keluarga yang Anda tumpangi, ketersediaan uang Anda yang harus digunakan untuk membayar kontrakan tidak selamanya ada. Pada akhirnya uang yang dikeluarkan sama sekali tidak kembali dalam bentuk yang diharapkan. Rumah masih saja hanya sebatas angan-angan.

Anda jangan lupakan yang satu ml. Salah satu cara mendapatkan rumah tinggal selain membeli rumah baru adalah dengan membell rumah second. Seperti yang disebutkan dalam kata pengantar, rumah secondda pat berarti rumah yang telah dipakal oleh penghuni sebelumnya atau rumah baru yang tidak ditinggali.
Tujuan pembelian rumah second tidak hanya semata-mata Untuk ditempati bersama keluarga. Ada kemungkmnan maksud pembeliannya untuk investasi bukan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. Untuk investasi atau tidak, pertimbangan pembelian bangunan ml harus ekstra hati-hati. Jangan sampal menyesal di kemudian han.

Kenali Kebutuhan Rumah

Kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal berbeda-beda bagi setiap orang. Tdak menutup kemungkinan betapapun Anda terkesan akan rumah baru teman Anda, belum tentu Anda cocok tinggal di rumah yang serupa dengan teman Anda. Rumah yang Anda butuhkan pada akhirnya akan bergantung pada faktor penghuni yakni Anda dan keluarga, kebutuhan, jarak tempuh ke lokasi kerja, dan ketersediaan fasilitas infrastruktur rumah seperti fasilitas pendidikan, pusat belanja, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit serta fasilitas rekreasi dalam Iingkungan.

Lihatlah prioritas kebutuhan Anda! Karena membeli rumah adalah investasi property terbesar dalam hidup Anda, Anda perlu menyediakan waktu menyelidiki kebutuhan Anda yang sebenarnya akan perumahan. Tidak semua kebutuhan Anda sama penting dan mendesak. Jadi, Anda perlu membuat urutan dan skala waktu dalam pemenuhan masing-masing kebutuhan ini.

 

 

Macam Kebutuhan Rumah

Macam Kebutuhan Rumah??? Berikut adalah macam macam kebutuhan rumah :

Kebutuhan Rumah Berdasar Kepercayaan
Sudah ada beberapa perumahan yang namanya mengacu pada preferensi agama tertentu. Ini bisa jadi pilihan yang terbaik bagi beberapa kalangan. Pemilihan perumahan  atas dasar minat tertentu ini paling tidak akan memudahkan penghuninya berkegiatan bersama-sama, seperti melakukan ibadah bersama atau kemudahan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan sesuai kepercayaan.

Kebutuhan Rumah Berdasar pada Pekerjaan
Hal ini biasanya terwujud dalam perumahan bagi karyawan perusahaan tertentu dan profesi tertentu. Ada kalanya dijumpai adanya perumahan untuk staf dibedakan dan perumahan  untuk para karyawan biasa. Di luar keharusan untuk menempatinya tentu hal ini menimbulkan suatu kecondongan pilihan. Karyawan akan cenderung mengincar perumahan  karyawan. Ini beda lagi dengan pilihan seorang praktisi. Seorang yang dibesarkan dalam bidang kneatif pasti akan cenderung memilih tipe rumah yang sedikit nyeleneh. Beda dengan pilihan orang yang dibesarkan dalam lingkup di luar seni, pilihan rumah pun kemungkinan akan biasa (seperti kebanyakan) dan tidak terlalu banyak tuntutan.

Kebutuhan Rumah Berdasar Jumlah Keluarga dan Keamanan
Kebutuhan Rumah Berdasar Jumlah Anggota Keluarga. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam mencari besaran rumah yang ideal, cukup untuk aktivitas penghuni.  Aktivitas dan hobi yang butuh diakomodasi oleh bangunan dan sisa lahan.
Bayangkan Anda punya hobi berkebun dan Anda tidak punya semeter pun lahan sisa untuk ditanami? Atau Anda memiliki banyak koleksi tanaman hias yang berukuran besar, tapi tidak ada sejengkal sisa tanah dan ruang untuk satu pun tanaman Anda? Pertimbangkan lagi apakah Anda cukup berbesar hati untuk mengesampingkan hobi utama Anda atau Anda harus terus mencari rumah dan lahan yang pas bagi hobi Anda.
Kebutuhan Rumah Berdasar Keamanan. Ini menyangkut keberlangsungan hidup. Tidak mungkin kita membiarkan diri kita bahkan mempertaruhkan hidup anak-anak di lingkungan yang tidak kondusif. Tidak kondusif artinya tidak mendukung tumbuh kembangnya anak dan tidak bisa membentuk karakter manusia yang balk. Lebih dan itu, bahaya yang mengancam nyawa setiap detik dan lingkungan yang buruk tentu saja harus dihindari.
Ada sejumlah kasus nyata akibat buruk dan lingkungan tertentu terhadap kondisi kejiwaan dan perilaku anak. Lingkungan yang penuh dengan anak-anak drop out (putus sekolah) akan cenderung membawa psikologis anak baru mengikuti jejak yang sama.Ini banyak terjadi karena pergaulan yang sama dan kelompok terus-menerus berinteraksi sehingga ikllm kondusif untuk belajar pun akan menurun. Dengan sendirinya ini akan mempengaruhi keinginan belajar pada anak.

Kebutuhan Rumah Berdasar Tingkat Ekonomi
Tingkat ini dibagi menjadi 3, kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Beberapa contoh segmentasi yang terlihat dan sisi ekonominya yaitu Perumahan  Pondok lndah di Jakarta yang tenkenal akan masyarakat kelas atasnya dan penumahan BSD yang nelatif mengakomodasi masyarakat kelas menengah.
Hal ini tentu saja lepas dan keterikatan terhadap jarak tempuh aktivitas kesehanian di luar rumah. Dengan memilih rumah berdasarkan komunitas tingkat ekonomi tertentu tentu saja sisi kenyamanan sosial yang lebih diutamakan.

Semoga bermanfaat.

CARA MENGHITUNG KEMAMPUAN MEMBELI RUMAH

CARA MENGHITUNG KEMAMPUAN MEMBELI RUMAH

Contoh kasus Membeli Rumah

Contoh kasus Membeli Rumah di Semarang ataupun di Indonesia, Suami istri muda dengan join income = 6 juta, masa kerja kurang dari 1 tahun, belum ada SPT, belum ada kartu keluarga. Menginginkan rumah kecil dan sehat di pemukiman yang layak.

1. Hitung kemampuan finansialmu, caranya :
a. Hitung credit power-mu (kemampuan mencicil),
Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, entah rumah baru dari developer ataupun rumah second. Cicilan itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 40 bahkan 50%.
Contoh hitungan dengan bunga 14% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:
100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta
150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta
200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta
hitung posisi credit powermu ada dimana

b. Hitung buying power-mu (kemampuan membeli rumah)
Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 150 juta. 150 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 187.5 juta. Atau dengan DP sebesar 37.5juta.

Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 37.5 juta + 10 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 47.5 juta.

2. Setelah menentukan posisi finansial dimana, barulah kita mencari rumah yang cocok untuk kita. Ada beberapa pilihan antara lain:
a. Rumah baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.
b. Rumah second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.

Tips dan Saran :
* Jangka waktu cicilan baiknya adalah kurang dari 15 tahun, lebih dari itu akan memberatkan sang kreditor.

* Rumah second selalu lebih menguntungkan dibandingkan rumah baru. Rumah second sendiri dibagi dalam 3 kategori:
-usia < 10 tahun
-usia 10-20 tahun
-usia > 20 tahun
pembagian sederhana ini didasarkan dengan penggunaan material dan design dari rumah tersebut. Rumah dalam kategori pertama sebenarnya merupakan pilihan yang terbaik. Disamping harganya lebih murah, kondisi bangunannya tergolong masih baik.

*Lokasi adalah komponen yang signifikan, dengan budget yang terbatas. Lebih baik memilih rumah yang lebih kecil namun jelas keamanan dan sarana prasarananya. Contohnya rumah tipe 36 di BSB tentunya secara faktor strategis lebih baik daripada rumah di daerah Ciputat dengan harga yang sama misalnya.

=============================================================

Uang dan Rumah

Uang dan Rumah??? Trik dan Tips membeli rumah di Bekasi ataupun di wilayah Indonesia lain dengan memperhitungkan keuangan anda. Adalah sebagai berikut :

Berapa Kemampuan Finansial Anda?
Anda telah memutuskan untuk membeli rumah atau properti? Lalu yang menjadi pertanyaan sesungguhnya, berapa kemampuan Anda untuk membayar? Di atas biaya utama yaitu harga rumah tersebut, yang perlu diingat ada banyak pos pengeluaran yang harus Anda siapkan termasuk di dalamnya adalah ketika proses pembelian, pindah rumah dan renovasi. Untuk mendapat gambaran yang jelas dan realistis akan harga rumah yang dapat Anda jangkau, Anda juga harus memperhitungkan biaya ekstra ini ke dalam perhitungan.

Hitung Dana Anda
Jumlah uang yang akan Anda transaksikan dalam pembelian rumah jumlahnya besar dan kemungkinan Anda tidak memiliki seluruh jumlah yang diperlukan sehingga harus meminjam dari bank. Karena transaksi ini besar dan penuh risiko, hati-hati dalam menghitung kemampuan finansial Anda. Sebelum mulal mencari rumah idaman Ssebaiknya Anda sudah membereskan dan mengatur keuangan Anda.

Kumpulkan dana tunai
Bank biasanya mensyaratkan besarnya cicilan rumah sebaiknya tidak lebih dan sepertiga penghasilan atau gail kotor. Akan lebih balk lagi jika Anda tidak sedang mempunyai kewajiban membayar utang di tempat lain, misalnya cicilan mobil/motor! elektronik, Jadi jika Anda berpenghasilan 3 (tiga) juta rupiah sebulan, maka besar cicilan maksimal yang dapat Anda angsur adalah 1 (satu) juta rupiah sebulan. Ini ideal menurut perhitungan bank. Karena itu sebelum mengajukan aplikasi KPR ke bank sebaiknya Anda sudah membereskan semua cicilan dan utang Anda di tempat lain agar rekening terlihat lebih kredibel. Dengan keseimbangan utang dan penghasilan ini, Anda tidak akan terbebani. Bank pun akan menganggap Anda dalam zona ‘aman’ sebagai seorang debitur.
Jika Anda belum memiliki uang tunai sebesar keseluruhan harga rumah, setidaknya Anda harus menyiapkan dana tunai untuk uang muka atau down payment (DP) dan biaya transaksi pembelian. Pemberi pinjaman (bank) biasanya hanya menyetujui pinjaman sebesar 70-75% dan nilai properti. Sisanya adalah dana tunal dan Anda sang debitur sebagal uang muka. Adapun blaya transaksi yang harus disiapkan besarnya antara 5-7% dan total nilai transaksi. Komponen-komponen biaya yang tercakup dl clalamnya akan dijelaskan di bab lain.
Walaupun sudah banyak sumber informasi perumahan yang trrsedia (buku, majalah dan Internet) untuk memandu Anda membeli rumah sendiri tanpa bantuan agen property, tetapi sesungguhnya menggunakan jasa mereka memberikan keuntungan tersendiri.

Hitung Dana Anda
a. Mulal darl total penghasllan
Mulailah dan sisi debet per bulan. Hitung semua penghasilan yang bisa Anda kumpulkan per bulan. Dan gaji kantoran, pendapatan sampingan sampai uang kiriman dan orang tua yang mungkin masih Anda dapatkan, kalkulasi semuanya. Ini penting agar Anda tidak akan main-main lagi mengelola kas yang tersedia. Dengan demikian Anda akan tahu limit pengeluaran Anda karena selalu mengingat titik pendapatan yang sebenarnya,
b. Menghitung utang
Hitung semua tanggungan kredit yang masih Anda miliki, misalnya kredit motor, kredit mobil, kredit barang elektronik dan lain-lain, Jika memungkinkan, bereskan segera. Saat Anda berfiat mengajukan KPR untuk membiayai pembelian rumah upayakan jangan menambah cicilan baru yang akan mengurangi kemampuan Anda untuk membayar biaya cicilan lain. Bank sangat ketat berlaku di bagian persentase uang muka dan jaminan kelancaran angsuran KPR yang harus dipenuhi oleh para nasabahnya. Jangan sampai, gara-gara Anda menumpuk utang di sektor lain, Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan papan Anda.
c. Ketahui batas kemampuan finansial Anda
Berikutnya Anda harus menentukan berapa harga maksimal rumah yang mampu Anda raih. Ada banyak ‘kalkulator’ yang disediakan oleh situs bank pemberi KPR dan situs keuangan. Coba simulasi kredit berdasarkan keuangan Anda dengan masuk ke situs-situs bank kenamaan di negeri ini sehingga Anda bisa memperkirakan nominal yang harus dikeluarkan tiap buIan. Untuk hasil yang lebih akurat Anda dapat meminta bantuan dan konsultan keuangan atau pihak yang meminjamkan (bank) untuk membantu Anda menghitung berdasarkan pemasukan, pengeluaran, hutang dan cicilan Anda untuk menentukan batas pinjaman yang Anda dapatkan.

Semoga bermanfaat.

CARA MEMBELI RUMAH TIPS DAN TRIK SERTA LANGKAH LANGKAHNYA

Tips dan Trik Membeli Rumah??? Jika anda ingin membeli rumah ada beberapa hal yang haru diperhatikan. Ini penting apalagi bagi Anda yang telah berkeluarga. Lokasi dekat kantor serta dekat dengan sekolah anak adalah impian bagi hampir semua keluarga.
Sayangnya kondisi keuangan tak selalu seimbang dengan keinginan, sehingga ada salah satu yang biasanya harus anda korbankan. Biasanya rumah yang dekat dengan sekolah anak menjadi prioritas utama.
Tak hanya dekat dengan sekolah anak, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan lagi sebelum Anda memutuskan membeli rumah yang cocok dengan anda dan keluarga. 5 faktor yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah antara lain adalah :

1. Lokasi rumah yang hendak dibeli haruslah memiliki akses jalan yang layak dan mudah dicapai dalam segala kondisi.
Jangan mudah terpengaruh oleh janji-janji manis dari orang yang hendak jual rumah ataupun iklan developer yang mengatakan bahwa perumahan tersebut dapat dijangkau hanya 5 menit dari pintu tol. Siapa tahu ?, 5 menit yang dimaksud hanya terjadi pada waktu tengah malam disaat jalan lengang. Untuk memastikannya tidak ada salahnya jika Anda melakukan uji coba berkendara di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

2. Pastikan lingkungan rumah dijual tersebut memiliki suasana dan tetangga yang menyenangkan karena di sanalah nantinya Anda akan banyak menghabiskan waktu.
Cobalah menyapa tetangga terdekat Anda sambil Anda bersilaturahmi untuk mendapatkan simpati dari mereka. Biar bagaimanapun, nantinya tetangga adalah orang pertama yang akan dimintai bantuan jika ada sesuatu yang terjadi pada saat Anda di rumah, bukan?

3. Pastikan juga komplek perumahan yang Anda pilih memiliki sarana dan fasilitasr, seperti akses kendaraan umum yang mudah dijangkau, jalan yang lebar, listrik, air bersih yang cukup, keamanan 24 jam, kebersihan, pasar, sekolah, mini market, klinik kesehatan, sarana olahraga, pusat hiburan, taman bermain yang bisa dijangkau dengan mudah.

4. Pastikan rumah dijual tersebut tidak berada pada daerah yang rawan banjir.

5. Terakhir, perhatikan kondisi dan kualitas bangunan rumah secara detil.
Bila perlu, buat daftar untuk melakukan cek terhadap kondisi atap, tembok, kusen, jendela, kamar mandi, saluran air, serta lubang angin.



Teliti Sebelum Membeli Rumah

Teliti Sebelum Membeli Rumah
detail berita
SANGAN, pangan, papan, adalah tiga kebutuhan dasar manusia. Memiliki rumah merupakan kebutuhan utama yang menjadi salah satu tujuan hidup manusia dan prioritas. Menangkap kebutuhan masyarakat tersebut, banyak
pengembang berlomba menyediakannya.

Rumah ideal merupakan impian semua orang karena rumah tempat berbagai aktivitas dan tujuan, seperti akan dicari pada saat badan penat, berkumpulnya keluarga, membangun keluarga bahagia, dan masih banyak lagi.

Rumah murah dengan harga terjangkau ditawarkan oleh beberapa pengembang. Biasanya kawasan perumahan ini terletak ditepi kota besar. Harga yang ditawarkan membuat penasaran, dengan harga di bawah Rp100 juta. Wow, harga tersebut untuk luas bangunan 21 meter persegi dan luas tanah 70 meter persegi. Jika harga tanah 35 juta, berarti bisa jadi harga rumah permeter persegi hanya Rp1,5 juta.

Mahal atau murahnya sebuah rumah tergantung dari harga tanahnya. Harga murah yang ditawarkan oleh pengembang, biasanya terletak di tepi kota besar, karena harga tanah yang masih terjangkau untuk rumah murah. Sedangkan harga rumah di dalam dan ditepi kota besar dengan spek yang sama memiliki harga yang tidak jauh berbeda.

Meskipun rumah tergolong murah, tetapi perlu dilihat fasilitas perumahan tersebut harus dilengkapi pula dengan sekolah, pasar, akses ke tempat kerja, fasilitas sosial, dan fasilitas kesehatan. Mendapatkan rumah murah,  bukan berarti bisa mengalahkan semua kebutuhan. Justru rumah dibeli karena dapat menampung semua aktivitas yang
merupakan kebutuhan.

Tetapi terkadang rumah yang ditawarkan tidak sesuai dengan  kebutuhan. Keluarga muda dengan satu orang anak, lebih pas bila membeli rumah dengan dua kamar tidur. Tipe studio boleh saja, tetapi penataan interior perlu dipikirkan.

Selain itu akses ke tempat kerja perlu menjadi bahan pertimbangan. Ada beberapa pengembang yang menawarkan shuttle bus antara perumahan ke beberapa titik strategis kota besar terdekat. Tentu tersedianya shuttle bus ini sangat membantu bagi para pekerja yang bertempat tinggal di perumahan ini. Jadwal keberangkatan dan kedatangan bis sesuai dengan kebutuhan para pekerja. Begitu pula dengan kenyamanan dan keamanan shuttle bus tersebut.

Hal penting lainnya adalah denah atau tata letak ruang yang ditawarkan oleh pengembang. Untuk meminimalkan harga jual, tidak jarang pengembang hanya menawarkan denah dilengkapi kamar tidur dan kamar mandi, dengan teknik presentasi yang bagus.

Beberapa ruang di zona service tidak disediakan. Padahal zona service (ruang cuci dan jemur) menjadi zona yang penting. Mungkin dengan judul service atau layanan tidak ada prioritas untuk menyediakannya. Namanya service, berarti sifatnya mendukung semua aktivitas  di rumah tersebut. Secara logika, aktivitas lain tidak dapat berjalan dengan baik tanpa didukung oleh service.

TIPS DAN TRIK BELI RUMAH TEMPAT TINGGAL DAN UNTUK ASET

Tips Membeli Rumah

Tips Membeli Rumah??? Membeli sebuah rumah adalah impian setiap orang. Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga sebagai tempat kita membangun sebuah keluarga. Karena itu kita harus berhati-hati jika ingin membeli rumah. Banyak orang yang menyesal karena salah membeli sebuah rumah, bahkan banyak orang mengalami kesulitan dalam hal keuangan hanya karena membeli rumah dengan harga diluar kemampuan mereka.

Ada beberapa tips yang dapat anda gunakan jika anda ingin membeli sebuah rumah, yakni :
  • Tips pertama adalah memperhitungkan kemampuan keuangan anda. Mungkin kita mendambakan sebuah rumah yang nyaman dan mewah, tetapi kita tidak bisa membeli rumah tersebut jika kemampuan keuangan  kita tidak mendukung. Karena itu kita perlu mengetahui kemampuan beli kita. Kadang-kadang orang memilih membeli sebuah rumah dengan cara kredit. Sebenarnya cara ini sangatlah menguntungkan, tp kita juga perlu mengetahui kemampuan kita untuk membayar kredit rumah.
  • Tips kedua setelah memperhitungkan kemampuan keuangan kita adalah menentukan rumah yang cocok untuk kita. Kita harus pintar-pintar memilih rumah dengan kwalitas yang baik sehingga kita bisa menggunakan rumah tersebut untuk berteduh dalam jangka waktu yang lama. Seperti yang saya sebutkan diatas, rumah tidak hanya digunakan sebagai tempat berteduh tetapi juga tempat membangun keluarga. Karena itu saat akan membeli sebuah rumah kita juga harus mempertimbangkan lingkungan dimana rumah itu berada. Lingkungan yang baik akan menciptakan keluarga yang baik juga. Kita dapat melihat dengan jelas sebuah lingkungan rumah jika kita membeli rumah lama yang disana sudah terbentuk sebuah lingkungan. Sedangkan jika kita membeli sebuah rumah baru disebuah perumahan kita akan mengalami kesulitan mengetahui lingkungan rumah tersebut karena lingkungan belum terbentuk.

Sekarang ini banyak rumah dijual dengan harga tinggi, terutama rumah yang berada diperumahan. Kita tidak harus membeli rumah dengan harga tinggi tersebut hanya karena urusan gengsi. Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah kualitas rumah tersebut dibandingkan dengan harga jual, kemampuan keuangan kita, dan lingkungan dimana rumah itu berada. Jadi anda harus berhati-hati saat ingin membeli sebuah rumah.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/tips-membeli-rumah.html#sthash.sv9xUJhe.dpuf

Panduan Membeli Rumah 

 

Panduan Membeli Rumah??? Anda hendak membeli rumah tinggal? Ada 5 hal pokok yang sebaiknya perlu anda perhatikan, sebelum membeli rumah tinggal yaitu :

1. Sesuaikan dengan keuangan anda
Sudah pasti tentunya anda tidak mau setelah anda memiliki rumah, misalnya rumah tinggal anda dikejar-kejar oleh debt colletor (tukang tagih utang) ataupun menggunakan stocking di kepala anda agar tidak ada yang mengenali anda. Lalu jika uang anda tidak cukup, kenapa tidak menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR) ?

2. Lokasi Strategis
Jarak dan yang lebih penting lagi : waktu tempuh yang relatif singkat yang anda perlukan dari rumah (Jual Bangunan, Bangunan Rumah, Rumah Tinggal, Rumah Tingkat) menuju tempat yang biasa anda kunjungi (kantor, sekolah, tempat hiburan, pasar/supermarket) serta tempat penting lainnya (rumah sakit, bank, kantor polisi). Biasanya harga rumah di lokasi seperti ini tentunya akan semakin mahal. Buat apa rumah murah tapi tidak mendukung lainnya.

3. Bangunan Rumah
Selain kekokohan konstruksi dari bangunan rumah, mode, gaya, ataupun tipe rumah akan memberikan nuansa lebih, seperti rasa aman, nyaman, percaya diri, prestis ataupun kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Jangan asal membeli rumah murah tentunya.

4. Bebas
Maksud bebas disini adalah rumah yang akan anda beli (rumah di jual/jual rumah) harus anda pastikan bebas banjir, bebas kekeringan (susah air), bebas limbah berbahaya, bebas polusi mengganggu, bebas maling/rampok, bebas longsor, dan bermacam bebas lain yang tak kalah pentingnya seperti bebas hantu.

5. Anda
Tentunya masih banyak hal pokok lainnya yang menurut anda penting atau mungkin sangat penting, mengenai Rumah Di Jual, Jual Rumah tsb. Catat semuanya dan anda dapat menaruhnya pada nomor 5 ini.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/membeli-rumah.html#sthash.1Nnfw0dz.dpuf

 

Trik Membeli Rumah

Trik Membeli Rumah??? Membeli rumah adalah proses pembelian terpenting dalam hidup Anda. Persiapan dana, waktu dan pemikiran harus Anda punya sebelum memutuskan untuk membelinya. Terutama jika Anda ingin membeli rumah bekas (second) yang pernah ditempati orang lain. Prinsip teliti sebelum membeli harus Anda terapkan disini. Jangan takut untuk menjadi sedikit ‘cerewet’ dan banyak bertanya tentang isi rumah tersebut. Karena meski penjual telah menjelaskan kondisinya, Anda pasti ingin mengetahui tiap detil rumah itu.

Dan bila perlu, Anda bisa menyewa tukang profesional yang mengerti tentang detil bangunan seperti kontraktor. Karena jika Anda tidak mengerti apa yang Anda periksa, akhirnya Anda hanya akan membeli rumah yang rusak dan bermasalah. Untuk membantu Anda, dibawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda tanyakan dan periksa dengan teliti kepada penjual/pemilik rumah.

1. Harga beli & jual rumah
  • Tanyakan berapa harga beli rumah tersebut ketika dulu dibeli. Hal ini dapat membantu Anda untuk menekan harga, dan kadang-kadang dapat membuat penjual ikut menanggung sebagian beban kredit. Tapi jangan lupa  bahwa harga sebuah rumah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya termasuk harga pasaran saat itu, renovasi yang pernah dilakukan, dan lain-lain. Malah kadang-kadang, harga beli rumah justru tidak berhubungan dengan harga pasaran saat itu.
  • Sesuaikan harga jual rumah dengan budget Anda. Bila harganya sesuai dengan daya beli Anda dan Anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut, seharusnya harga tidak jadi masalah. Namun Anda perlu pertimbangkan sisi investasinya. Jika suatu saat Anda harus menjual cepat rumah tersebut, return-nya bisa sangat kecil atau malah rugi. Rundingkan harga berdasarkan harga pasaran saat ini dan data yang Anda miliki. Dan perhatikan sikap Anda dalam berunding agar tidak menyinggung pihak penjual/pemilik rumah. Karena banyak transaksi rumah gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.

2. Alasan menjual rumah
  • Pertanyaan ini dapat membantu Anda sebagai pihak pembeli untuk menilai 'harga sesungguhnya' dari rumah tersebut. Pihak pembeli hendaknya berusaha mengerti apakah terdapat alasan bagi penjual untuk tidak menyukai rumah tersebut. Bila ada, Anda mungkin mempunyai harapan untuk bernegosiasi lebih lanjut.
  • Menurut buku Lima Saluran Pipa Penghasil Kekayaan oleh RG Allen, ada 20 alasan mengapa orang ingin menjual rumahnya. Misalnya, pemilik rumah punya masalah dengan kesehatan dirinya atau keluarganya sehingga membutuhkan uang cepat. Atau ketika membeli rumah tersebut, si pemilik tidak memahami kondisi pasar dan prinsip investasi sehingga bukannya menguntungkan malah menjadi rugi. Dan alasan-alasan lainnya yang sebagian besar justru ada pada si pemiliknya, bukan pada propertinya.

3. Periksa kembali kondisi bangunan
  • Periksalah pondasi, struktur bangunan, lantai dan atap. Apakah ada bagian yang retak atau ada bekas air di dinding yang horisontal? Dan apakah ada bagian lantai yang mengembung?
  • Apa ada tanda serangan rayap? Anda bisa melihat dari adanya gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu di rumah itu, atau di rumah sebelah. Karena jika ada rayap di satu rumah, berarti hanya menunggu waktu untuk menyebar ke rumah yang lain. Dan akan lebih baik jika semua kayu yang digunakan untuk rumah tersebut adalah kayu jati.
  • Mintalah denah rumah terakhir untuk memeriksa semua ruangan di rumah. Apakah jumlah ruangan dan ukurannya cocok atau ada ruangan yang hilang? Ini akan berguna untuk penempatan perabotan dan pengaturan ruangan lainnya. Tanyakan juga usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi. Bila bangunan sudah berusia di atas 10 tahun biasanya sudah ada yang diganti. Dokumentasikan semua kekurangan yang Anda temui sebagai bahan perundingan harga.
  • Periksa daya, distribusi dan kondisi kabel listrik. Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan. Bila Anda merasa sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC? Periksa juga intensitas cahaya di setiap ruangan. Ruangan yang kurang cahaya akan menjadi lembab. Akibatnya barang-barang di dalamnya cepat berjamur dan menimbulkan bau.
  • Periksa sumber air dan pastikan airnya bersih. Lalu coba Anda tutup semua keran tapi buka keran utama, atau hidupkan pompa air lalu cari dinding atau lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah, bisa jadi Anda akan menghabiskan biaya renovasi yang besar nantinya.
  • Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga, letak septic tank, tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya. Periksa jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air dan pastikan tidak ada bau gas yang terasa di semua ruangan.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/trik-membeli-rumah.html#sthash.5JBJj5Km.dpuf

 

Tips Trik Membeli Rumah

Tips Trik Membeli Rumah??? Jika anda ingin membeli rumah ada beberapa hal yang haru diperhatikan. Ini penting Apalagi bagi anda yang telah berkeluarga. Lokasi dekat kantor serta dekat dengan sekolah anak adalah impian bagi hampir semua keluarga.

Sayangnya kondisi keuangan tak selalu seimbang dengan keinginan, sehingga ada salah satu yang biasanya harus anda korbankan. Biasanya rumah yang dekat dengan sekolah anak menjadi prioritas utama.

Tak hanya dekat dengan sekolah anak, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan lagi sebelum Anda memutuskan membeli rumah yang cocok dengan anda dan keluarga. 5 faktor yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah antara lain adalah:

1. Lokasi rumah yang hendak dibeli haruslah memiliki akses jalan yang layak dan mudah dicapai dalam segala kondisi.

Jangan mudah terpengaruh oleh janji-janji manis dari orang yang hendak jual rumah ataupun iklan developer yang mengatakan bahwa perumahan tersebut dapat dijangkau hanya 5 menit dari pintu tol. Siapa tahu ?, 5 menit yang dimaksud hanya terjadi pada waktu tengah malam disaat jalan lengang. Untuk memastikannya tidak ada salahnya jika Anda melakukan uji coba berkendara di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

2. Pastikan lingkungan rumah dijual tersebut memiliki suasana dan tetangga yang menyenangkan karena di sanalah nantinya Anda akan banyak menghabiskan waktu.

Cobalah menyapa tetangga terdekat Anda sambil Anda bersilaturahmi untuk mendapatkan simpati dari mereka. Biar bagaimanapun, nantinya tetangga adalah orang pertama yang akan dimintai bantuan jika ada sesuatu yang terjadi pada saat Anda di rumah, bukan?

3. Pastikan juga komplek perumahan yang Anda pilih memiliki sarana dan fasilitasr, seperti akses kendaraan umum yang mudah dijangkau, jalan yang lebar, listrik, air bersih yang cukup, keamanan 24 jam, kebersihan, pasar, sekolah, mini market, klinik kesehatan, sarana olahraga, pusat hiburan, taman bermain yang bisa dijangkau dengan mudah.

4. Pastikan rumah dijual tersebut tidak berada pada daerah yang rawan banjir.

5. Terakhir, perhatikan kondisi dan kualitas bangunan rumah secara detil.

Bila perlu, buat daftar untuk melakukan cek terhadap kondisi atap, tembok, kusen, jendela, kamar mandi, saluran air, serta lubang angin.

Apabila 5 langkah ini sudah dilakukan, niscaya rumah yang dibeli akan memberikan kenyamanan bagi Anda sekeluarga.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/tips-trik-membeli-rumah.html#sthash.QqaBPD7w.dpuf Beli Rumah Second??? Anda adalah seseorang yang ingin membeli rumah second di Semarang ataupun Indonesia dengan kualitas yang masih oke? Berikut tipsnya :

1.Usahakan untuk membeli rumah dari pemiliknya sendiri. Cara membeli rumah second yang terbaik adalah langsung dari pemiliknya sendiri/tanpa perantara.

2.Pilih broker/perantara yang tepat. Jika terpaksa anda harus membeli rumah melalui jasa broker/perantara, maka pilih broker yang sudah anda kenal/bisa anda percaya. Alternatif lain adalah dengan meminta referensi broker property dari saudara/relasi-relasi anda. Jika tidak, sebaiknya gunakan jasa broker porperty terkenal yang sudah memiliki kredibilitas baik, yang akan sangat membantu saat pengurusan dokumen jual beli, bahkan saat pengajuan KPR seandainya anda berencana membeli rumah tersebut dengan cara mencicil ke bank.

3.Tanyakan usia bangunan rumah. Secara sederhana anda bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun). Jika pernah dilakukan renovasi, tanyakan kapan terakhir kali dilakukan renovasi. Tentunya ini bukan patokan baku, karena tentu akan sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan, tipe struktur dan kualitas pengerjaan yang dipergunakan pada rumah tersebut. Yang jelas, semakin tua usia bangunan maka performa-nya semakin menurun, dan berarti anda harus bersiap menganggarkan dana untuk merenovasi rumah tersebut.

4.Periksa kondisi fisik rumah. Periksa secara detail kondisi fisik rumah pada setiap bagian-bagiannya, bila perlu buat check list agar lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan. Akan lebih baik jika anda mengajak kontraktor untuk menilai kondisi rumah saat ini. Beberapa hal yang harus anda perhatikan antara lain :
  • Kondisi struktur rumah, periksalah barangkali ada retak-retak di pondasi, dinding, kolom dan balok
  • Periksalah dinding, barangkali ada flek-fek bekas rembesan air tanah
  • Periksa kualitas lantai, apa masih baik atau sudah mengalami penurunan/retak-retak lantai
  • Periksalah barangkali ada bekas-bekas serangan rayap pada kusen, jendela, pintu, plafon dan atap rumah.
  • Pastikan bahwa struktur atap masih dalam kondisi baik, lihatlah barangkali ada balok/gording yang keropos, atau kebocoran serius pada talang
  • Jangan lupa cek pula kondisi jaringan listrik PLN di rumah, masih baik atau sudah awut-awutan
  • Apakah kualitas airnya masih layak, dan cek pula jaringan air apa masih dalam kondisi baik
  • Rasakan kondisi ruangan-ruangan, apakah segar, lembab atau malah terasa gerah ?

5.Cek lingkungan sekitar rumah. Dapatkan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama jika rumah itu hendak anda tempati bersama keluarga. Jangan sampai anda kecewa karena ternyata lokasi rumah tersebut sulit diakses, rawan keamanan, jauh dari sarana pendidikan atau bahkan ternyata sering kebanjiran !!

6.Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. Apabila ternyata nama yang tertera disitu tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya. Bila katanya belum dilakukan proses Balik Nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris sahnya. Poin ini penting sekali buat anda, demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari.

7.Cek harga. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut, sehingga anda bisa melakukan penawaran dalam kisaran harga yang sewajarnya. Terlebih-lebih jika anda berencana membeli rumah tersebut untuk kemudian menjualnya lagi.

Selamat membeli rumah.

Tips Membeli Rumah untuk Aset???

Membeli rumah bisa mempunyai banyak motif ketika seseorang memutuskan untuk membeli rumah, mungkin dia beli rumah sebagai tempat tinggal / hunian, dalam arti dia membeli rumah itu untuk keperluan pribadinya, dan rumah itu akan digunakan sebagai tempat hunian dirinya atau orang yang dia belikan, selain dengan motif mencari tempat tinggal, membeli rumah juga bisa bermotif sebagai investasi. Dalam arti dia membeli rumah untuk bisnis, setelah dia membeli rumah, maka bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan keuntungan dari rumah tersebut, misal untuk dijual lagi atau dijadikan kontrakan atau tempat kos-kosan.

Tentu saja tips-tips membeli rumah juga menyesuaikan motifnya, Berikut ini adalah tips-tips membeli rumah ketika kita akan membeli rumah sebagai tempat hunian :
  • Tips yang pertama, tidak ada permasalahan sengketa dengan tanah tempat rumah itu berdiri. Kalau masih ada sengketa, takutnya ketika kita sudah membeli rumah tersebut, maka akan muncul permasalahan dikemudian hari.
  • Tips yang kedua, mahal atau tidak harga rumah tergantung keuangan kita, tetapi ada baiknya jika anda mengkalkulasikan dan mengira - ira tentang harga pas rumah yang akan anda beli. Ini bisa dilakukan dengan cara membandingkan harga tanah di lingkungan rumah yang akan kita beli, atau minta pendapat ahli untuk mengkalkulasikan harga yang pantas untuk rumah tersebut.
  • Tips yang ketiga, pelajari lingkungan setempat, apakah termasuk didaerah banjir, daerah rawan atau daerah apa gitu, dan tips selanjutnya apakah Anda menginginkan membeli rumah itu?

Sedang tips-tips untuk membeli rumah dengan motif investasi, saya tidak akan menuliskan disini, tetapi mungkin produk berikut akan membantu anda, produk yang mengupas bagaimana teknik membeli rumah tanpa mengeluarkan uang, Wuitsss bisakah Kita membeli rumah tanpa mengeluarkan uang? pasti Anda penasaran, kalau ingin memenuhi rasa penasaran Anda, silahkan Anda membeli produk itu, produk itu disusun berdasarkan pengalaman langsung di lapangan (setidaknya itu yang ditulis oleh pembuat buku). Apa isi prodak tersebut, Secara garis besar Produk ini berisi :
  • Menilai kemampuan sendiri - Teknik ini untuk mengetahui harga rumah yang ideal untuk Anda.
  • Teknik mencari rumah yang dapat dibeli Gratis - Tidak semua rumah dapat kita beli dengan gratis, jika rumah tersebut tidak memenuhi kriteria dalam teknik ini, segera cari yang lain.
  • Teknik menilai harga rumah - Ini akan melindungi Anda dari harga rumah yang overprice, sehingga membuat Anda terhindar dari resiko kerugian.
  • Teknik menilai tingkat perkembangan harga rumah - Ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan rumah mana yang lebih menguntungkan untuk dibeli.
  • Teknik mengetahui rumah mana yang tidak boleh dibeli - Tidak semua rumah bisa dibeli, jangan sampai salah membeli rumah seperti ini, hal ini bisa sangat merugikan Anda.
  • Teknik menawar harga rumah - Dengan teknik ini, Ini untuk mendapatkan harga yang terbaik untuk rumah yang akan anda beli.
  • Teknik mengubah jadi sumber penghasilan - Ini adalah cara membuat rumah yang dibeli supaya bisa memberikan penghasilan tambahan bagi Anda.
  • Dan masih banyak teknik lainnya seputar rumah dan properti.

15 TIPS BERBISNIS MENJADI AGEN / BROKER PROPERTY

Berbisnis tanpa modal, apa mungkin bisa ? kedengarannya kok aneh yah. Tapi kenyataannya memang bisa kok melakukan bisnis atau usaha ini tanpa modal, yaitu Anda menjadi makelar / perantara / agen / broker jual beli dan sewa properti (tanah dan bangunan) milik orang lain. Agen atau broker properti bertugas sebagai penghubung antara pemilik dengan pembeli properti tersebut, jadi anda tidak perlu repot-repot membeli rumah seperti pada bisnis jual-beli rumah. Biasanya, bila berhasil menjual sebuah unit properti, maka anda akan mendapat fee 2% hingga 3% dari nilai penjualan properti tersebut. Variasi dari bisnis agen atau broker properti ini juga termasuk melayani sewa menyewa properti dengan fee 5% dari nilai sewa.

Bisnis (usaha) jadi agen atau broker properti ini sangat menjanjikan karena pangsa pasarnya relative luas dan belum tergarap. Usaha jadi agen atau broker properti bisa hidup karena banyak pemilik atau pembeli properti yang tidak punya waktu dan tidak memiliki jaringan serta relasi yang luas untuk memberikan atau mencari informasi properti yang hendak dijual, disewakan, ataupun dibeli. Bagi mereka lebih gampang untuk menitipkan penjualan atau pembelian properti kepada agen atau broker properti. Selain itu, bisnis agen atau broker properti terbukti tahan krisis ekonomi. Jika ekonomi lagi bagus, minat membeli properti juga meningkat, sebaliknya saat ekonomi sedang susah, banyak orang ingin menjual properti. Jadi dalam kondisi bagus atau susah, orang tetap butuh agen atau broker properti. Keuntungan lain menekuni bisnis jadi agen atau broker properti adalah bisa dilakukan kapan saja tanpa ikatan waktu. Jadi seandainya anda seorang karyawan pun, bisa menjadikan bisnis ini sebagai pekerjaan sampingan.

Namun demikian masih banyak juga orang yang beranggapan bahwa untuk menggeluti usaha menjadi agen properti ini susah dan harus memiliki modal yang besar, memerlukan izin yang rumit, padahal sebenarnya tidak. Nah, jika anda tertarik dan ingin mulai menekuni bisnis ini, mari simak 15 Tips Jitu Bisnis Menjadi Agen atau Broker Properti ( Property ) berikut ini :
  1. Bisnis atau usaha ini sangat membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan anda harus mengerti bahwa untuk menjual rumah (properti) rata-rata memerlukan waktu 2 hingga 3 bulan sejak mulai dipasarkan.
  2. Agen atau broker properti yang telah punya nama besar biasanya beroperasi hanya di kota besar, sementara kota-kota kecil dan menengah belum digarap mereka. Sehingga ini menjadi peluang atau kesempatan karena probability atau kemungkinan memenangkan persaingan akan lebih besar jika anda memulainya dari kota kecil dan menengah.
  3. Membuat listing properti yang berisi daftar properti yang akan dijual, dibeli, atau disewakan. Daftar listing bisa bersumber dari koran, internet, papan informasi pada properti yang tertulis dijual atau disewakan, informasi langsung dari pemilik properti, dari agen atau broker lain, dsb. Selanjutnya hubungi nomor kontak yang ada dan anda tawarkan untuk membantu menjualkannya. Jika setuju, temui pemilik properti dan gali informasi selengkap-lengkapnya mengenai seluk beluk properti tersebut kemudian jadikan database.
  4. Jadi agen atau broker properti harus tangguh dan gak gampang menyerah dalam mendapatkan properti yang akan dipasarkan, melayani penjual, melayani pembeli, melayani tenant (penyewa properti), teknik negosiasi, punya jaringan (networking) yang luas, bisa bekerjasama dengan agen atau broker properti lain, memiliki listing yang update, paham transaksi jual beli, mengerti perpajakan dalam jual beli, legalitas dokumen kepemilikan (surat atau sertipikat tanah), menghadapi notaries PPAT, punya akses perbankan,  dll.
  5. Anda harus kreatif dan berani mengeluarkan dana pemasaran (iklan) untuk mendapatkan konsumen. Dana tersebut untuk membuat spanduk / flyer “dijual” ataupun “disewakan” dengan ukuran besar, warna menyolok dan menarik perhatian. Selanjutnya pasang spanduk / flyer pada properti dan di sekitar lokasi properti yang akan dipasarkan sehingga mudah dilihat orang yang lalu lalang. 
  6. Manfaatkan iklan gratisan atau pun iklan berbayar. Iklan gratisan pada koran atau majalah tertentu atau iklan gratis pada situs jejaring sosial (Facebook, twitter, Google+, kaskus, forum jual beli, dll). Iklan berbayar misalnya di koran, majalah, google adwords, dsb. Carilah koran atau majalah mana yang paling sesuai dengan target pasar properti yang kita pasarkan dan banyak pembacanya. Untuk Iklan berbayar di internet sebaiknya gunakan Google adwords karena jangkauannya yang sangat luas. Meskipun ada biaya namun hasil yang didapatkan juga bisa maksimal dan tidak mengecewakan.
  7. Buatlah akun di jejaring sosial, dengan nama asli dan tunjukkan foto diri anda. Aktif lah memberikan komentar, saran di grup yang berkaitan properti. Bisa juga menjadi member toko online khusus menjual properti. Semakin banyak toko online yang anda ikuti, semakin besar kemungkinan properti terjual. Carilah toko online yang aktif dan memiliki pengunjung relatif banyak setiap harinya.
  8. Jika anda memiliki ketrampilan internet (blogger) dan blog anda memiliki rangking yang baik di search engine (mesin pencari seperti Google, bing, yahoo, dll) anda bisa menjadi agen atau broker properti online dan bisa memasarkan atau mengiklankan properti di blog sendiri. Peluang anda dalam meraup keuntungan akan lebih terbuka lebar karena banyak orang yang mengunjungi dan  mencari informasi jual-beli atau sewa properti di blog (website) anda.
  9. Agar terkesan profesional, buatlah brosur sendiri mengenai bisnis anda, lalu sebarkan brosur melalui  jasa kurir seperti loper koran, dll.
  10. Saat melakukan penawaran dan negosiasi dengan pemilik properti, anda wajib menjelaskan biaya-biaya yang akan timbul dalam proses pemasaran dan transaksi seperti biaya iklan, biaya notaries, komisi, dll. agar tidak timbul kesalah pahaman. Anda bisa mengusulkan agar biaya tersebut dimasukkan dalam harga jual atau harga sewa properti.
  11. Ketahui karakter, selera, dan kebutuhan calon pembeli, tempatkan diri anda sebagai seorang konsultan, misalnya jika calon pembeli  atau penyewa memiliki anak usia sekolah, dan pasangannya gemar shopping (berbelanja), Anda bisa menawarkan properti yang dekat dengan sekolah anaknya dan sekitar pusat perbelanjaan. Contoh lain, jika konsumen berencana membuka usaha, maka anda tawarkan properti di lokasi sekitar pusat bisnis atau pusat keramaian seperti pasar, stasiun, terminal, kampus, perkantoran, dsb.
  12. Jika sudah dicapai kesepakatan dengan konsumen, pastikan bahwa pemilik properti (penjual) memiliki surat atau legalitas kepemilikan properti yang lengkap (sertipikat, IMB, PBB, dll) dan pastikan properti bebas sengketa serta tidak menunggak PBB sebelum dilakukan transaksi jual beli. Jadi ketika proses jual beli dilakukan tidak mengalami hambatan apalagi sampai gagal atau batal transaksi yang tentunya membuat pekerjaan anda menjadi sia-sia.
  13. Berdasarkan kenyataan tanpa bermaksud mengangkat isu gender¸ kebanyakan agen atau broker properti yang sukses adalah kaum wanita dibanding pria. Entah kenapa demikian, tapi logika saya mengatakan karakter wanita memiliki kemampuan dalam hal pemasaran seperti lebih telaten, sabar dan empati. Wanita juga terampil, lebih menarik dan lebih memberikan kesan dalam  berkomunikasi dan mengedukasi pelanggan yang membutuhkan informasi secara terperinci mengenai properti yang akan dibeli atau disewa. Ada kelebihan pasti ada kekurangan, agen atau broker properti kaum wanita memiliki kekurangan dalam hal memahami denah atau tata ruang properti, mudah diterpa isu negative karena kedekatan dengan konsumen, dll.
  14. Untuk mendukung keberhasilan anda, sediakan kartu nama yang memuat nama lengkap, serta nomor kontak anda seperti No. Hp, pin BB, alamat email, website/blog (jika ada) agar mudah dihubungi.
  15. Jika anda ingin belajar menjadi agen atau broker properti yang professional, sebaiknya anda bergabung dengan perusahaan agen atau broker properti terkenal yang ada di kota anda.

PERLUKAH ASURANSI PROPERTY

Asuransi Bangunan

Perlukah Asuransi Bangunan??? Asuransi rumah tinggal masih disepelekan banyak orang. Padahal, risiko-risiko eksternal seperti bencana alam akibat hujan deras yang kerap disertai banjir bandang, longsor, serta puting beliung belakangan ini tak henti mengancam bangunan rumah kita.

Persoalan membeli rumah di tengah masyarakat kita sejauh ini masih menjadi pokok permasalahan. Di satu sisi, melihat kondisi krisis ekonomi yang kini menerpa, daya beli rumah semakin menurun, di sisi lain harga rumah pun terus membubung tinggi.

Sayangnya, fokus masyarakat tersebut selama ini masih terpatok pada membeli, belum sepenuhnya mempertahankan. Karena umumnya, setelah cita-cita membeli rumah tercapai, tahap selanjutnya yang tak kalah penting justeru diabaikan, yaitu menjaga atau mempertahankannya dengan menggunakan Asuransi Kerugian terhadap rumah tinggal.

Keuntungan Menjadi Nasabah Asuransi Rumah

Jangan tunggu bencana datang. Karena rumah, laiknya benda berharga lain seperti motor atau mobil, mutlak memerlukan proteksi. Bukan semata memberi perlindungan secara fisik tentunya, melainkan juga secara non fisik atau finansial berupa asuransi.

-Nasabah memperoleh ganti rugi finansial jika obyek yang diasuransikan akibat terkena langsung risiko yang tercantum dalam ikhtisar polis asuransi
-Nasabah memperoleh biaya yang terpaksa tertanggung dikeluarkan pasca musibah, semisal:
  • Biaya pembersihan puing-puing bangunan yang rusak
  • Biaya arsitek, Kontraktor Bangunan atau surveyor untuk merenovasi atau membangun kembali rumah tertanggung pasca musibah dan juga semua hal Kebersihan Lingkungan di rumah

-Nasabah memeroleh layanan purna jual yang prima tanpa harus menunggu terjadinya musibah seperti:

  • Informasi prakiraan nilai inflasi saat pemberitahuan perpanjangan polis asuransi agar bangunan dan isi bangunan rumah tinggal tertanggung diasuransikan dengan nilai yang cukup dan wajar
  • Gratis pemeriksaan kondisi bangunan dari serangan rayap dan hama rumah
  • Beragam info terbaru dari pihak asuransi
  • Keanggotaan otomatis

Kiranya, asuransi rumah tinggal bukan lagi sekadar nomor kesekian setelah Anda memiliki rumah. Rumah dan asuransi adalah dua mata uang yang tidak bisa tergantikan. Semakin cepat kita memiliki asuransi, semakin cepat pula kita mengamankan jerih payah selama ini untuk memunyai rumah.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/asuransi-bangunan.html#sthash.RVJbdfjA.dpuf

Bagaimana Sukses dan Kaya Dengan Jadi Broker Properti

Bagaimana Sukses dan Kaya Dengan Jadi Broker Properti

Banyak orang hebat lahir dari properti, salah satu contoh yang kita kenal adalah Ciputra dengan beberapa perusahaannya adalah Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Sekarang, mungkin Anda heran, bagaimana kita bisa menjadi kaya dengan cara yang hebat dan mudah? Jawabanya, menjadi Broker Properti. Nama Indonesia-nya sih biasanya: MAKELAR PROPERTI.

Berikut adalah tulisan tentang broker properti oleh safir senduk di media Nova tentang Bagaimana sukses dan kaya dengan jadi broker properti.

Apa, sih kehebatannya jadi Broker Properti?


  • Relatif Enggak Pake Modal
Pernah tahu nggak berapa modal yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah toko roti? Sekitar Rp 40 juta. Kalau buka toko kelontong: Rp 60 juta - 150 juta. Nah, sekarang berapa sih modal yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang Broker Properti?

Pada beberapa kantor mungkin enggak perlu modal. Tapi di beberapa kantor lain, ada yang mensyaratkan sedikit investasi awal untuk pendidikan dan keperluan kantor, yaitu sekitar Rp 1-2 juta. Enggak mahal sih kalau dibandingkan dengan modal buka toko roti dan toko kelontong.

Meski Anda bukan pemilik usaha ini, tapi profesi Anda Anda sebagai seorang profesional. Jadi kekayaan ilmu sebagai broker jauh lebih mahal dibandingkan dengan pemilik toko-toko tersebut.


  • Tidak Terikat Waktu.
Pernah nggak membayangkan kalau Anda bisa masuk dan pulang kantor kapan? Bahkan dengan kebebasan untuk bisa masuk kantor kapan saja kita perlu dan kapan saja kita butuh? Nah, ini enaknya jadi Broker Properti. Pada bisnis ini, Anda tidak akan pernah diikat oleh waktu. Memang sih pada beberapa kantor broker Anda mendapat jatah waktu piket untuk sekadar jaga kantor. Tapi itu juga enggak mutlak kok. Kalau enggak mau juga nggak masalah. Yang penting dari bisnis ini adalah produktivitas kita untuk dapat mencari barang jualan, dalam hal ini berarti properti yang akan dijual seperti tanah, rumah, ruko atau apartemen.

Selain barang jualan, kita juga perlu untuk mendapatkan pembeli. Nah kalau kedua hal tersebut bisa kita lakukan, enggak ke kantor juga enggak masalah kok. Jadi kalau kita mau kerja sambil bisa tetap menjemput anak ke sekolah, tetap bisa nonton gosip atau telenovela, dan nggak akan kena macet di pagi hari, maka menjadi Broker Properti adalah pekerjaan yang pas buat Anda.


  • Penghasilan yang Adil dan Tinggi.
Pernah enggak ngerasain sudah kerja berat tapi gaji enggak nambah-nambah? Malah kadang merasa rugi karena temen yang kerjaannya lebih rnggak jelas kok bisa dapat gaji. Lebih tinggi lagi. Enggak adil kan rasanya?

Nah, di bisnis ini tidak seperti itu. Memang sih, sebagai seorang broker properti, di atas kita pasti ada seorang leader atau senior. Tapi mereka biasanya tidak mendapatkan gaji dari pendapatan kita. Kecuali kalau Anda meminta bantuan mereka atau mendapatkan prospek yang mereka pegang.

Sekarang, berapa sih penghasilan seorang broker? Dalam bisnis ini biasanya penerimaan yang didapat adalah berdasarkan persentase komisi. Pada beberapa kantor, komisi diperoleh dari penjual. Tapi ada juga broker yang mensyaratkan agar pembeli juga memberikan komisi. Apa enggak asyik tuh bisa dapat dari dua pihak? Memang berapa besar sih komisinya? Rata-rata sih sekitar 1.5% - 3% dari harga transaksi. Makin besar harga properti yang terjual mungkin bisa makin kecil prosentase komisinya. Jadi kecil dong?

Enggak juga. Kalau Anda bisa menjual rumah di BSD atau Karawaci yang seharga Rp 1,5 miliar, komisi 1% saja yang Anda dapatkan adalah Rp 15 juta. Bayangkan kalau Anda berhasil menjual rumah di Pondok Indah yang ditawarkan dengan harga Rp 3 miliar. Menggiurkan kan?


  • Banyak Relasi
Pekerjaan ini juga tepat lo untuk mereka yang senang bergaul dan bersosialisasi. Pada intinya pekerjaan ini hanya butuh banyak teman dan relasi. Makin banyak teman dan relasi maka makin mudah pekerjaan ini dilakukan. Adanya kekuatan relasi juga membuat Anda dapat dengan mudah berperan sebagai penghubung antara pihak pembeli dan penjual. Bahkan banyaknya relasi dapat membuat Anda bisa mendapatkan komisi tanpa harus menjadi broker. Lho, kok bisa? Begini caranya: Kalau teman Anda memiliki prospek yang ingin menjual rumah dan Anda memiliki prospek yang ingin membeli rumah yang kriterianya sesuai dengan kriteria penjual maka komisi yang diterima oleh teman Anda akan dibagi dua. Begitu pula sebaliknya. Gimana, asyik kan? Dimana lagi cuma dengan berteman bisa dapat uang? Ya enggak?

Ya, bekerja sebagai broker memang kayanya gampang dan menyenangkan. Tapi seperti juga pekerjaan-pekerjaan lainnya, profesi ini juga menuntut kita untuk tetap bekerja keras dan berdisiplin tinggi. Mengingat penghasilan yang berupa komisi, maka makin banyak penjualan yang dilakukan maka akan makin tinggi pula komisi yang diperoleh. Jadi, kenapa Anda tidak mencoba untuk memulainya sekarang walau baru tapi asyik untuk kita mulai belajar



Menjadi broker properti!
 Itu jawaban saya ketika beberapa orang bertanya bagaimana memulai bisnis properti. Inilah jalan termudah untuk memasuki bisnis ini. Bisnis yang dipandang banyak orang sebagai bisnis yang rumit, modal besar dan susah. Tapi sebenarnya KETAKUTAN itu hanya IMAJINASI saja. 
Caranya bagaimana? Ada 2 pilihan cara. Menjadi broker sebuah perusahaan broker properti atau menjadi broker properti yang mandiri. Jika mau jadi BOSS, saya sarankan menjadi broker properti yang MANDIRI! Penghasilan seorang broker itu TIDAK TERBATAS! Waktu BEBAS, bisa kerja sambil ongkang-ongkang! PROFIT MASSIVE! Coba bayangkan, jika seorang broker menjual 1 unit rumah senilai 1M dengan komisi 2,5%. Berapa juta tuh! 25jt! Kerja sekali bisa untuk hidup beberapa bulan kedepan! Right? So bagaimana langkah-langkahnya?  Cuma 3 langkah saja kok. Listing, Posting, Selling! Dah!

LISTING! CARI PROPERTI yang dijual. Kita bisa mendapatkan informasinya di KORAN. Kan banyak tuh informasi properti dijual. Tinggal telpon, ajak bicara, dan tawarkan bantuan untuk menjualkan. Media lain untuk mendapatkan informasi properti dijual bisa di internet, di Bank, jalan-jalan, informasi antar broker. Jika ditolak satu, masih ada ratusan orang lainnya yang mungkin bersedia dibantu.

POSTING! Posting? Kayak nge-email aja. Maksud saya adalah mempromosikan LISTING Anda. Dimana? Gampang kok! Punya social media to? Facebook atau Twitter. Belajar bikin BLOG juga. Mumpung media-media ini bisa GRATIS. Bikin website juga bisa seperti contoh http://www.agentproperty.blogspot.com. Pasang tuh hasil listing di WEB. Bisa juga pasang iklan di koran atau spanduk.

SELLING! Nah jika sudah ada peminat, lakukan teknik-teknik closing. Apa saja teknik-teknik closing. Anda butuh belajar lebih lanjut tentang hal ini. Saran saya sih banyak-banyak membaca buku pemasaran. Inget ya, kalau sudah SUKSES menjual, sebagian pendapatan untuk disedekahkan. Wis ah… salamAKSI!

CARA UNTUNG BISNIS PROPERTY

Bisnis Property

Bisnis Property??? Banyak jalan menuju Roma. Kalimat tersebut begitu menyiratkan bahwa apapun bisa terjadi dan tercapai jika ada keinginan kuat. Terlebih di jaman sekarang ini yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Bagi siapa saja yang tidak bisa bertahan dan lambat, maka akan tertinggal jauh dari mereka yang cekatan.

Begitu pula dalam meraih satu keberhasilan dalam berbisnis, tidak peduli apapun itu bentuknya. Tapi bagaimana jika Anda tidak memiliki modal cukup? Menggeluti peluang bisnis dan peluang usaha properti atau yang biasa orang sebut real estate agent ini bisa menjadi pilihan yang menarik sekaligus terobosan bagi Anda yang tertarik dapat mencobanya.

Selain tidak membutuhkan modal, pekerjaan ini cukup mudah untuk dilakukan, tidak menyita waktu, tidak membutuhkan tempat dan yang paling menarik adalah komisinya yang cukup besar. Kunci utamanya adalah Anda harus pantang menyerah serta kerja keras. Dan akan lebih baik jika kita mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi atau pandai dalam memberi harga. Hal ini berkaitan dengan seberapa besar kita mendapat keuntungan dan kerugian yang akan kita peroleh.

Namun usaha ini harus didukung dengan niat kita untuk berusaha secara maksimal. Karena hampir semua orang dapat menekuni bisnis ini asalkan mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menjalankannya. Hal yang harus Anda perhatikan untuk memulai agar dapat menemukan produk properti sehingga mengetahui dimana memperolehnya sumbernya antara lain:

1. Iklan Baris
Biasanya cara yang gampang untuk melakukan ajang jual-beli adalah melihat iklan di surat kabar. Jika memang sudah menemukan, sebaiknya segera ditindak-lanjuti agar tidak didahului orang lain.

2. Memasang iklan
Selain mencari-cari iklan tentang jual-beli properti, ada baiknya Anda juga mengiklankan diri. Dengan maksud mempublikasikan jasa Anda bagi siapa saja yang ingin membeli atau menjual properti.

3. Mendatangi Satu Lokasi
Karena sifatnya independent atau mandiri, maka sudah seharusnya Anda berjuang sendiri. Siapa tahu, ketika sedang melakukan pencarian, Anda secara tidak sengaja menemukan yang memang dicari-cari.

4. Kontak Agen Properti
Anda juga dapat bekerja sama atau menitipkan produk properti yang akan dibeli kepada agen properti. Tujuannya untuk memberitahu Anda seandainya ada properti dengan harga di bawah harga pasar, terdesak untuk menjual, atau ada return minimal 10%.

5. Pengadilan
Mendengar namanya saja pasti membuat kebanyakan orang takut. Tapi untuk kasus yang satu ini justru sebaliknya, karena terkadang terdapat properti-properti sitaan yang terkena masalah hukum. Nah, biasanya jika si pemilik tidak dapat menebusnya, maka akan menjadi hak pengadilan dan menjadi barang lelangan yang biasanya harganya menjadi lebih murah.

6. Teman dan kenalan
Manfaatkan segala peluang yang ada, dengan mencari cara untuk memperoleh kesempatan dan keuntungan lebih. Jika sudah terjalin erat, tidak ada salahnya Anda menanyakan kepada teman dekat atau kenalan yang mungkin ingin menjual properti.

7. Klub Investasi
Perkumpulan ini merupakan sumber dana yang lumayan besar. Pasalnya mereka yang tergabung didalamnya pasti berpenghasilan besar atau memiliki usaha lain yang menghasilkan.

Jika beberapa sumber di atas dapat Anda jalankan, maka langkah selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu melakukan negosiasi dengan si pemilik properti. Bila Anda telah bertemu dengan pemilik properti, maka kita dapat melakukan penawaran dengan harga yang lebih “mahal” dari yang diminta. Memang agak aneh, tapi tujuannya adalah dengan “menaikkan” harga dari yang diminta si penjual maka kita dapat “meminta” sesuatu dari si pemilik properti.

Misalnya, Anda minta waktu perpanjangan 3 bulan atau 6 bulan sebelum dibayar lunas. Sedapat mungkin lengkapi dengan surat perjanjian antara Anda dan si penjual. Setelah mendapatkan dokumen persetujuan itu, maka Anda bisa mulai mencari pembeli sehingga tidak perlu mengeluarkan uang atau modal sendiri. Dan dengan tenggang waktu 3-6 bulan tersebut, maka Anda mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli. Untuk lebih menarik si pemilik properti untuk tetap hanya “terikat”, maka dapat ditambahkan dalam perjanjian bahwa juga akan “membagi” komisi yang Anda terima sebesar 20–30%.

Sedangkan untuk dokumen properti, Anda dapat bekerjasama dengan orang yang dipercayai serta berkompeten dalam hal ini. Alangkah baiknya juga membuat kartu nama yang dapat dibagikan saat menawarkan properti yang akan dijual, guna membantu bila orang tersebut ingin menghubungi Anda. Kini, Selamat meraih keuntungan.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/bisnis-property.html#sthash.NKdvsmLl.dpuf

KENALI JENIS JENIS PAJAK JUAL BELI PROPERTY

Pajak Properti

Pajak Properti??? Membeli properti baik secara perorangan maupun melalui developer / pengembang properti, ada pajak-pajak yang dikenakan dari pemerintah kepada anda. Biasanya pajak telah dimasukkan ke dalam harga jual jika anda membeli properti melalui developer / pengembang properti. Besarnya pajak sangat tergantung jenis, nilai, luas dan lokasi properti.

Dibawah ini adalah jenis-jenis pajak properti yang dibebankan kepada pembeli properti :

1. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Pajak ini hanya dikenakan satu kali saat membeli properti baru, baik dari developer maupun perorangan. Besarnya pajak 10 persen dari nilai transaksi. Properti yang dipungut  PPN nilainya diatas 36 juta. Jika membeli properti dari developer, untuk pembayaran dan pelaporan biasanya dilakukan melalui developer. Tapi jika membeli dari peroarangan, pembayaran dilakukan sendiri setalah transaksi, selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya dan dilaporkan ke kantor pajak setempat selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya.

2. PHTB ( Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan )
Bea ini dikenakan terhadap semua transaksi properti, baik properti baru atau lama yang dibeli dari developer atau perorangan. Besarnya 5 persen dari nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPKTP). Yang perlu diperhatikan disini, NOPKTP di setiap daerah berbeda-beda. Misalnya NJOPKTKP di Jakarta Rp. 60 juta, tangerang Rp. 30 juta, dll
Contoh perhitungan : Nilai transaksi Rp 100 juta di Jakarta.BPHTB yang harus dibayar : 5% x (Rp.100 juta - 60 juta) = Rp. 2 juta. Bila transaksi hanya Rp. 60 juta atau dibawahnya tidak dikenakan

3. BBN ( Bea Balik Nama )
Bea Balik Nama ini dikenakan untuk proses balik nama sertifikat properti yang ditransaksikan dari penjual ke pembeli. Umumnya properti yang dibeli melalui developer, BBN diurus developer dan konsumen tinggal membayarnya. Tapi bila properti dibeli dari perorangan, balik nama diurus sendiri. Besarnya biaya BBN berbeda-beda di setiap daerah, namun rata-rata sekitar dua persen dari nilai transaksi.

4.  PPnBM ( Pajak Penjualan Barang Mewah )
PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dibeli dari developer dan memenuhi kriteria sebagai barang mewah. Properti yang masuk kategori ini , luas bangunannya > 150 m2 atau harga jual bangunannya > Rp 4 juta/m2. Besarnya PPnBM adalah 20 persen dari harga jual, dibayarkan saat bertransaksi. PPnBM tidak berlaku untuk transaksi antar perorangan.

5.  PPh ( Pajak Penghasilan )
Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan kepada penjual perorangan. Besarnya 5 persen dari total  nilai transaksi, kecuali transaksi Rp. 60 juta atau dibawahnya penjual tidak dikenakan PPh. Khusus developer, pajak ini dibayarkan melalui PPh tahunan.

6. PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan )
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dipungut setiap tahun dan dikenakan kepada semua wajib pajak (pemilik properti). Tagihannya dilayangkan pemerintah setiap bulan Maret, melalui aparat desa setempat, dalam bentuk Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Adapun pembayarannya harus dilakukan paling lambat enam bulan setelah SPPT diterbitkan ke loket-loket terdekat yang disediakan, atau ke kantor-kantor bank yang ditunjuk pemerintah. Setelah melakukan pembayaran, harap bukti pembayarannya disimpan. Apabila sampai batas waktu yang ditetapkan wajib pajak belum membayar, maka akan didenda 2 persen per bulan hingga maksimal 24 bulan.

Cara perhitungan PBB :

PBB = 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).

NJKP = 20% dari Nilai Jual Objek Kena Pajak (NJOPKP) untuk properti dengan NJOP dibawah Rp. 1 miliar dan 40 % untuk NJOP diatas 1 miliar

NJOPKP = NJOP - NJPOKTP. Perlu dicatat, besarnya NJOPTK ini   berbeda-beda setiap daerah.

Contoh perhitungan :
Rumah di Tangerang memiliki NJOP Rp. 500 juta, sementara Pmda Bogor telah menetapkan NJOPTKP di wilayahnya sebesar Rp. 8 juta.NJOPKP rumah tersebut adalah Rp. 500 juta - Rp. 8 juta = Rp 492 juta.Sedangkan NJKP-nya adalah 20 % x Rp. 492.000.000 = Rp. 98.400.000.Maka PBB yang harus dibayar adalah 0,5% x Rp. 98.400.000 = Rp. 492.000
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/pajak-properti.html#sthash.YLZLch3J.dpuf

CARA DAN TIPS BELI RUMAH VIA LELANG

Beli Rumah Murah via Lelang

Beli Rumah Murah via Lelang??? Kalau Anda membeli rumah sekunder dari agen properti ataupun pemiliknya, itu sudah biasa. Namun, membeli rumah tersebut via lelang, pernahkah terpikir oleh Anda? Bila tak pernah terpikir, itu tak janggal. Sebab, membeli rumah sekunder via lelang memang bisa dikatakan belum terlalu dikenal.

Padahal, dari situ, Anda bisa mendapatkan sejumlah keuntungan. Yakni, bisa mendapatkan rumah berharga murah, di bawah harga pasar. Sudah begitu, kualitas rumah tersebut bisa saja masih bagus. Menarik, bukan?

Bagaimana sih seluk-beluk beli rumah sekunder via lelang? Mari kita simak bersama sejumlah penjelasan tentang itu:

1. Untuk bisa beli rumah sekunder via pelelangan, jelas Anda tak bisa langsung berhubungan dengan pemilik aset. Namun, mesti berhubungan dengan balai lelang pemerintah ataupun swasta yang ditunjuk oleh pihak pemohon lelang. Biasanya, yang dilelang adalah rumah yang disita bank, lantas dilelang.
Bank sering memublikasikan adanya rumah yang dilelang via media massa. Juga,di kantor mereka, bank pun sering memberitahukan keberadaan rumah—ataupun properti lain—yang akan dilelang.
Nah, di sisi lain, ada pula rumah yang dilelang bukan karena disita pihak lain. Namun, karena sang empunya secara suka rela menyerahkan untuk dilelang.

2. Untuk bisa mengikuti lelang rumah sekunder , Anda perlu mengikuti sejumlah aturan. Antara lain, mesti membayar uang jaminan dengan nilai tertentu ke penyelenggara lelang. Biasanya, nilai uang tersebut sebesar 20% sampai 50% dari batas taksiran terendah harga rumah yang dilelang—bila tidak menang lelang, tentu uang tersebut dikembalikan.
Pun, Anda mesti memenuhi sejumlah tetek bengek administratif. Misalnya salinan KTP alias Kartu Tanda Penduduk.

3. Sudah tentu, dalam lelang, bila menawarkan harga tertinggi, Anda dinyatakan sebagai pemenang lelang. Dan berhak memiliki rumah yang diincar. Anda lantas mesti melunasi pembayaran harga rumah itu.
Lantas, Risalah Lelang akan diberikan ke Anda. Itu merupakan sejenis Akta Jual Beli yang digunakan dalam pengurusan balik nama sertifikat rumah, juga digunakan dalam membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan: semacam pajak yang dikenakan untuk transaksi jual beli tanah dan bangunan).

4. Sekadar informasi, membeli rumah sekunder  via lelang memang kadang-kadang mesti punya otot ekstra kuat. Maklum, konsekuensi hukum bisa saja datang sewaktu-waktu. Khususnya bila rumah itu merupakan aset sitaan.
Bila rumah sekunder yang Anda beli dilelang oleh balai lelang pemerintah lewat penetapan pengadilan, Anda perlu lebih cermat. Di sini, bisa saja rumah tersebut masih dikuasai oleh pemilik jaminan alias belum dikosongkan.
Alhasil, begitu memenangkan lelang, Anda mesti mengajukan permohonan pengosongan kepada Pengadilan Negeri tempat rumah itu berada.
Atau, bila enggan adu urat saraf, Anda perlu bernegosiasi dengan penghuni dalam memberikan uang damai.
Mencegah hal seperti itu terjadi, sebaiknya Anda melakukan hal ini: mencek dengan teliti—antara lain dengan melihat langsung—kondisi rumah yang akan dilelang.

5. Ada satu hal lagi yang penting. Yakni, sebenarnya yang bisa dibeli via lelang tak semata-mata rumah sekunder. Ya, Anda tepat: rumah primer pun kadang-kadang bisa dibeli via lelang.
Hal itu terjadi bila pihak pengembang menginginkan efisiensi waktu dan biaya pemasaran/penjualan rumah ataupun apartemen . Maklum, cukup lewat sekali aktivitas penjualan (lelang), properti yang dijual bisa ludes. Tak seperti lewat aktivitas pemasaran konvensional yang makan waktu lama, bisa berbulan-bulan.

Namun, di Indonesia, penjualan rumah primer via lelang bisa dikatakan belum menjamur. Itu tak sama dengan di sejumlah negara lain.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/10/beli-rumah-murah-via-lelang.html#sthash.4sgh64Pc.dpuf

MENDALAMI INVESTASI PROPERTY REAL ESTATE

Investasi Property Real Estate

Investasi Property Real Estate??? Investasi property pada real estate sebetulnya merupakan produk dari faham kapitalisme pada zaman revolusi industri. Pembangunan pabrik baru banyak menarik para pekerja dari pedesaan pindah ke kota-kota. Ketika mereka pindah ke kota, mereka harus menyewa perumahan yang disediakan oleh pengembang perumahan yang merupakan investor pada real estate.

Dengan berkembangnya penduduk perkotaan dan pertumbuhan industri, menyebabkan kota menjadi tempat yang lebih banyak dapat menyediakan layanan dan administrasi. Kota menjadi pusat bagi kegiatan komersial dan meningkatkan perkembangan perkantoran serta bisnis eceran. Secara bertahap, pemikiran bahwa pemilik lahan akan membangun, membiayai dan menguasai proyek perkotaan mulai berubah. Di kebanyakan kota, peranan dari pengembang, pihak yang membiayai pembangunan dan proyek-proyek mulai terpisah dan terspesialisasi.

Sebagai dukungan atas perkembangan itu, maka mulai timbullah pelayanan jasa spesialis seperti broker/pialang tanah, agen, manajer properti dan lain sebagainya.
- See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/11/investasi-property-real-estate.html#sthash.gaGquGP0.dpuf

APA ITU PASAR PROPERTY ?

Pasar Properti

Pengertian Pasar Properti??? Pembeli dan penjual dari berbagai jenis properti berinteraksi pada tempat yang berbeda dengan alasan masing-masing. Pasar properti dibagi dalam kategori berdasarkan kepada jenis properti yang berbeda dan pendekatan mereka terhadap pelaku pasar yang berbeda. Pasar bagi kategori properti  kemudian dibagi lagi ke dalam jenis-jenis pasar sesuai dengan keinginan penjual dan pembeli. Semua jenis pasar dipengaruhi oleh sikap, motivasi dan interaksi antara pembeli dan penjual real property, yang kemudian akan tunduk pada berbagai pengaruh sosial, ekonomi, pemerintah dan lingkungan. Pasar properti mungkin dipelajari berdasarkan geografisnya, persaingan, permintaan, dan penawaran yang akan behubungan dengan kondisi properti.

Penilaian terhadap Pasar Properti
Penilai dalam melakukan penilaian terhadap properti selalu dalam konteks pasar properti, sehingga gambaran pasar properti  dan sub pasar merupakan hal yang penting bagi penilai. Dalam penugasan penilaian, khususnya dalam mencari estimasi nilai pasar, pemahaman penilai atas pasar dari suatu properti tertentu memberikan kriteria yang digunakan dalam melakukan penelitian, memilih dan menginterprestasikan perbandingan dari properti lain. Untuk tiba pada suatu estimasi nilai pasar, penilai harus mengidentifikasi dan menganalisa pasar atau pasar yang mempengaruhi properti yang dinilai.

Ciri-Ciri Pasar Properti
Pasar properti tidak mempunyai ciri seperti pasar untuk barang dan jasa, yaitu bahwa pasar properti itu tidak efisien. Tingkat efisiensi suatu pasar didasarkan kepada asumsi tentang perilaku dari pembeli dan penjual sebagaimana ciri dari barang perdagangan. Barang-barang dan jasa-jasa yang diperdagangkan pada pasar yang efisien merupakan artikel yang homogen yang siap disubtitusikan dengan yang lain. Tidak ada properti yang secara fisik itu sama.
Pada pasar yang efisien disana ada banyak pembeli dan penjual yang menciptakan adanya kompetisi, pasar bebas dimana tak seorangpun yang mampu mempengaruhi secara langsung harga yang terjadi di pasar.
Pada pasar efisien, harga relatif sama dan stabil. Harga sering menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian atau penjualan karena kualitas properti cenderung sama pada harga tertentu. Di dalam pasar properti, harga relatif tinggi dan sangat sedikit pembeli mempunyai cukup uang untuk membeli secara tunai.
Dan banyak ciri-ciri lain yang membedakannya dengan pasar efisien.

Jenis Pasar Properti
Perbedaan pasar properti diciptakan oleh kebutuhan, keinginan, motivasi, lokasi dan usia dari para pelaku pasar dan jenis, lokasi, desain serta pembatasan zoning dari properti. Jenis pasar properti dapat diidentifikasikan sesuai dengan 5 kategori dari properti, yakni:
  • Residensial, rumah untuk keluarga yang terpisah, rumah untuk keluarga yang bergandengan, bangunan apartemen dengan beberapa penyewa.
  • Bangunan komersial: bangunan perkantoran, industri pelayanan dan pusat profesional, mal, pasar grosir, hotel dan motel.
  • Industri: pabrik/manufaktur, bangunan penelitian dan pengembangan.
  • Pertanian: perkebunan, gudang, peternakan, pengolahan kayu dan pertambangan
  • Untuk tujuan khusus: properti dengan desain yang unik yang mempunyai sifat yang membatasi penggunaannya untuk mana mereka itu dibangun seperti sekolahan, bandar udara, ruang pertemuan, lapangan golf, tempat hiburan dan sebagainya.

CARA BELI RUMAH TANPA UANG MUKA

Tips Beli Rumah Tanpa Uang Muka di Semarang ataupun di Indonesia??? Membeli rumah secara kredit tanpa mengeluarkan uang muka atau DP memang terdengar mustahil. Apa mungkin membeli rumah bekas secara kredit  tanpa mengeluarkan uang muka? Mungkin saja. Sesuatu dikatakan tidak mungkin bisa jadi karena kita belum mengetahui cara untuk mencapainya.

Barangkali Anda sudah tahu jika akan membeli rumah secara KPR dengan bantuan bank maka bank akan mewajibkan kita untuk membayar uang muka sebesar 20% dari harga rumah yang akan kita beli.

Sebagai contoh, ketika kita akan membeli satu unit rumah dengan harga 200 juta dan mengajukan KPR kepada bank, maka bank akan mewajibkan  kita membayar uang muka sebesar 40 juta kepada kita, dan bank KPR anda akan membayar sisanya alias 80% atau 160 juta kepada pemilik rumah yang anda beli sehingga uang muka yang anda bayarkan ditambah uang bank akan berjumlah senilai harga rumah.

Dari penjelasan diatas seharusnya sudah dapat ditebak caranya agar ketika membeli rumah seperti diatas tidak perlu mengeluarkan uang muka 40 juta. Namun bila belum dapat menebak, simak terus artikel ini.

Sebenarnya cara ini sangat mudah dan dapat anda coba, rumah tadi dijual dengan harga 200 juta sehingga pihak bank menghitung nilai yang 20% akan dibebankan kepada pembeli, sehingga pembeli harus membayar uang muka sebesar 40 juta.

Sekarang cobalah buat kesepakatan dengan pihak pemilik rumah untuk mengatakan kepada bank bahwa rumah yang akan kita beli ini harganya 250 juta. Tentu kesepakatan ini tidak perlu diberitahukan ke pihak bank.

Bila pihak bank mengetahui harga rumah itu adalah 250 juta dan bank menyetujui pembelian tersebut maka anda akan diwajibkan membayar uang muka sebesar 50 juta sementara bank akan menyediakan sisanya sebesar 200 juta. Masih ingat kan harga rumah tersebut sebenarnya hanya 200 juta dan dengan cara diatas berarti seluruh nilai rumah sudah dibayarkan oleh pihak bank. - See more at: http://agenproperti.blogspot.com/2010/11/beli-rumah-tanpa-uang-muka.html#sthash.5fgcSHlH.dpuf